Bogor - Jumat, 4 September 2026. Semangat berprestasi terus digaungkan oleh keluarga besar MTsN 3 Bogor. Dalam rangka mempersiapkan peserta menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026, madrasah tidak hanya memberikan pembinaan intensif pada bidang Matematika, IPA, dan IPS, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap bidang OMI Riset.
Pembinaan OMI Riset telah dilaksanakan secara intensif sejak 22 Agustus hingga 2 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para murid untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemampuan meneliti, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan aktual di lingkungan sekitar.
Sebanyak 9 murid yang tergabung dalam lima kelompok riset mengikuti proses pembimbingan dengan mengembangkan gagasan penelitian yang beragam dan relevan dengan tantangan generasi masa kini.
Peneliti pertama, Raisah dengan judul penelitian “Digital Heritage for Future: Pemanfaatan Adopsi Digital i Generation Mitigasi De-Karakterisasi Bangsa Melalui Preservasi Local Knowledge.” Penelitian ini mengangkat pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana menjaga pengetahuan lokal dan warisan budaya di tengah perubahan karakter generasi digital. Kelompok kedua diketuai oleh Radja bersama Aqeela sebagai anggota dengan judul “Khalifah fil Ardh dan Krisis Ekologi: Rekonstruksi Ecological Ethics (Eco-Islamic Ethics) Berbasis Al-Qur’an.” Riset ini mengkaji keterkaitan nilai-nilai Al-Qur’an dengan pembentukan etika ekologis sebagai respons terhadap krisis lingkungan.
Selanjutnya, Lunetha sebagai ketua bersama Omar sebagai anggota mengembangkan penelitian berjudul “One Student, One Digital Solution: Model Inovasi Siswa dalam Digital Disruption Impact Mitigation.” Penelitian tersebut berfokus pada gagasan inovasi murid dalam menghadapi dampak disrupsi digital. Kelompok keempat yang diketuai Darren bersama Iqbal sebagai anggota dengan mengangkat penelitian berjudul “Green Faith, Green Generation: Integrasi Ekoteologi Islam dan SDGs dalam Internalisasi Karakter Ekologis Murid Madrasah.” Riset ini menawarkan gagasan integrasi nilai-nilai ekoteologi Islam dan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam membangun karakter ekologis murid madrasah.
Sementara itu, Ummi sebagai ketua bersama Nayyara sebagai anggota mengembangkan penelitian berjudul “BEYOND SMARTPHONE: Transformasi Literasi Digital Prosumtif Berbasis Pemberdayaan Peserta Didik (Applied Social Innovation).” Penelitian ini menyoroti transformasi peserta didik dari sekadar pengguna teknologi menjadi individu yang mampu menciptakan, memanfaatkan, dan menghasilkan inovasi digital secara produktif.
Beragamnya tema penelitian tersebut menunjukkan bahwa murid-murid MTsN 3 Bogor tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi peserta kompetisi, tetapi juga diarahkan menjadi generasi peneliti yang kritis, kreatif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, lingkungan, budaya, serta perkembangan teknologi.
Pembinaan OMI Riset juga menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam membangun budaya akademik. Melalui proses penelitian, murid dilatih untuk menemukan masalah, menyusun gagasan, mengumpulkan dan menganalisis data, membangun argumentasi, hingga menyampaikan hasil penelitian secara sistematis. Karena prestasi tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari proses, ketekunan, keberanian mencoba, dan semangat untuk terus belajar. Tunjukkan karya terbaik, junjung sportivitas, dan bawa nama baik madrasah dengan penuh percaya diri.
Tak kalah semangat dengan OMI Akademik, sebanyak 15 murid terbaik MTsN 3 Bogor tengah mengikuti pembinaan intensif sebagai persiapan menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mematangkan kompetensi akademik sekaligus membangun kesiapan mental murid sebelum menghadapi kompetisi.
Pembinaan dilaksanakan secara intensif pada Rabu, 26 Agustus 2026 sampai Kamis, 3 September 2026, mulai pukul 08.00–15.00 WIB. Kegiatan menghadirkan Tim Pembina Olimpiade “Go Olimpiad” sebagai pengajar dan pendamping dalam proses pembinaan. Para peserta terbagi dalam tiga bidang kompetisi, yaitu Matematika, IPA, dan IPS. Bidang Matematika diikuti oleh Izyan Rashad Shayan Daryatna, Devandra Alfarizqi Saptiko, Faishal Putra Sulaeman, Muhammad Alif Putra Sulaiman, dan Rafa Satria. Sementara itu, bidang IPA diikuti oleh Adinda Aisyah Albanu, Fely Real Sergey, M. Abbad Al Fatih, Omar Mikhail Gempur, dan Erina Jeeta. Adapun bidang IPS diwakili oleh Mayesa Shazia, M. Ayyasi Arkan, Danika Saskara, M. Raihan Al Ghifari N, dan Farra Aisyah Kurniadi.
Pembinaan dilaksanakan di ruang yang berbeda sesuai bidang masing-masing. Peserta OMI Matematika menempati Laboratorium IPA dengan memanfaatkan papan tulis sebagai media pembelajaran. Peserta OMI IPA mengikuti pembinaan di Ruang BK dengan dukungan fasilitas Smart TV, sedangkan peserta OMI IPS melaksanakan pembinaan di Ruang Pramuka dengan fasilitas Smart TV. Padatnya agenda pembinaan menunjukkan keseriusan MTsN 3 Bogor dalam mempersiapkan para peserta. Tidak hanya berfokus pada penguasaan materi dan kemampuan menyelesaikan soal, pembinaan juga diarahkan untuk membangun konsentrasi, strategi berkompetisi, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta kesiapan mental.
Seluruh rangkaian persiapan OMI menjadi bukti komitmen MTsN 3 Bogor dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi murid untuk mengembangkan potensi dan prestasin Seluruh perjuangan akan mencapai puncaknya pada 7–8 September 2026 di MAN 1 Bogor. Dengan bekal ilmu, latihan, kreativitas, dan doa, para peserta OMI MTsN 3 Bogor siap memberikan karya dan penampilan terbaik.
Pada ajang tersebut, para peserta akan membawa nama baik MTsN 3 Bogor dan berkompetisi dengan murid-murid madrasah lainnya dari berbagai daerah.. Melalui pembinaan yang terarah dan intensif ini, MTsN 3 Bogor berharap para peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya serta menjadikan OMI sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, berkompetisi secara sportif, dan mengukir prestasi.
Bukan sekadar mengejar juara, tetapi mempersiapkan generasi madrasah yang tangguh, percaya diri, dan siap berprestasi. Semangat berjuang, calon juara OMI MTsN 3 Bogor! (SS)