moon
Beranda Berita Galeri Kontak

Ujian Praktik Bahasa Indonesia: Kreativitas Murid Terasah Melalui Menulis Cerpen

Artikel & Blog

Ujian Praktik Bahasa Indonesia: Kreativitas Murid Terasah Melalui Menulis Cerpen

28Apr, 2026

Ujian Praktik Bahasa Indonesia: Kreativitas Murid Terasah Melalui Menulis Cerpen

  • Posted by Super Admin
  • |
  • Kategori: Kegiatan Sekolah

Bogor - Selasa, 28 April 2026. Madrasah menyelenggarakan kegiatan ujian praktik Bahasa Indonesia dengan materi menulis cerpen yang diikuti oleh seluruh murid kelas 9. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh semangat, menghadirkan suasana yang kondusif bagi murid untuk menuangkan ide, imajinasi, serta nilai-nilai kehidupan ke dalam karya tulis.

Ujian praktik dilaksanakan pada hari Selasa, 28 April 2026, dengan mengusung beberapa pilihan tema, di antaranya harapan masa depan dan impian, cinta lingkungan dan sesama, serta menjaga hati dengan akhlak terpuji. Murid diberikan kesempatan untuk mengembangkan cerita secara kreatif dan runtut sesuai dengan struktur cerpen yang baik dan benar.

Selama pelaksanaan ujian, seluruh proses diawasi langsung oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pengawasan dilakukan secara optimal untuk memastikan kejujuran dan kemandirian murid dalam berkarya, sehingga setiap cerpen yang dihasilkan benar-benar merupakan hasil pemikiran dan kreativitas masing-masing.

Suasana ruang ujian tampak tenang, dengan murid yang fokus menulis di atas kertas bergaris. Mereka berusaha menyusun cerita dengan memperhatikan penggunaan ejaan, tanda baca, serta alur yang logis dan menarik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga sarana untuk mengasah kemampuan literasi dan ekspresi diri.

Koordinator guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Heni Rahmawati, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi di kalangan murid. “Melalui kegiatan menulis cerpen, murid dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu menuangkan gagasan secara terstruktur. Ini merupakan bagian penting dari penguatan literasi yang harus terus dikembangkan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa literasi menjadi keterampilan utama bagi generasi Z di tengah perkembangan era digital saat ini. “Generasi Z tidak hanya dituntut mampu mengakses informasi, tetapi juga harus cakap dalam mengolah, memahami, dan menyampaikan informasi secara bijak. Kemampuan literasi yang baik akan membantu mereka menjadi pribadi yang adaptif, komunikatif, dan berdaya saing,” tambahnya.

Melalui ujian praktik ini, diharapkan murid mampu memahami bahwa menulis bukan sekadar tugas akademik, melainkan sebuah seni dalam menyampaikan gagasan dan perasaan. Sejalan dengan semangat tersebut, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi yang kreatif, reflektif, dan berkarakter melalui karya sastra.

“Menulis cerpen adalah seni mengubah hal kecil menjadi penuh makna,” menjadi semangat yang mengiringi setiap goresan pena para murid dalam ujian praktik kali ini. (SS)