moon
Beranda Berita Galeri Kontak PMBM

MTs Negeri 3 Bogor Terus Bertumbuh, Guru Perkuat Kompetensi Berbasis Cinta dan Pendidikan Inklusif

MTs Negeri 3 Bogor Terus Bertumbuh, Guru Perkuat Kompetensi Berbasis Cinta dan Pendidikan Inklusif

15Oct, 2026

MTs Negeri 3 Bogor Terus Bertumbuh, Guru Perkuat Kompetensi Berbasis Cinta dan Pendidikan Inklusif

  • Posted by Admin
  • |
  • Kategori: Kegiatan Sekolah

Bogor - Kamis, 15 Oktober 2026. Komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme ditunjukkan oleh guru MTs Negeri 3 Bogor melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri. Pada 12–14 Oktober 2026, perwakilan guru MTs Negeri 3 Bogor mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) KBC Mata Pelajaran IPS Angkatan II di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Bandung. Pada waktu yang sama, guru MTsN 3 Bogor juga mengikuti Webinar Nasional Road to Hari Disabilitas Internasional 2026 yang berfokus pada penguatan pendidikan inklusif di madrasah.

Kegiatan Bimtek KBC membekali peserta dengan pemahaman tentang pemetaan Capaian Pembelajaran (CP), materi dan topik Panca Cinta, penyusunan RPP atau modul ajar terintegrasi Kurikulum Berbasis Cinta, serta strategi dan praktik penerapannya dalam pembelajaran. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini juga mencakup evaluasi pembelajaran, penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL), dan pengembangan sumber daya manusia.

Ipan Pandu, S.Pd., selaku perwakilan guru mata pelajaran IPS, menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek KBC menjadi kesempatan berharga untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Melalui Bimtek ini, kami memperoleh penguatan pemahaman tentang penerapan Panca Cinta dalam pembelajaran. Harapannya, nilai-nilai cinta dapat diintegrasikan secara nyata dalam proses belajar sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian murid,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Deden Hamdani, S.Pd., selaku perwakilan guru mata pelajaran IPA, menilai bahwa Kurikulum Berbasis Cinta membuka ruang bagi pembelajaran yang lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan peserta didik.

“Pembelajaran IPA tidak hanya mengajak murid memahami konsep dan fenomena alam, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur, kepedulian terhadap lingkungan, serta tanggung jawab dalam menjaga kehidupan. Melalui KBC, nilai-nilai tersebut diharapkan semakin terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari,” tuturnya.

Sementara itu, penguatan wawasan mengenai pendidikan inklusif dilakukan melalui Webinar Nasional Road to Hari Disabilitas Internasional 2026 pada Senin, 12 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai melalui Zoom Meeting. Webinar ini mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Pengurus FPMI Pusat, Wilayah dan Cabang dalam Mendukung Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di Madrasah”.

Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., Direktur Jenderal Pendidikan Islam, sebagai keynote speaker, bersama narasumber dari Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat GTK Madrasah, serta pengurus Forum Pendidikan Madrasah Inklusif (FPMI).

Nadiyana Farhah, S.Sos., selaku guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 3 Bogor yang mengikuti webinar tersebut, menyampaikan bahwa pemahaman tentang pendidikan inklusif sangat penting untuk mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, ramah, dan menghargai keberagaman kebutuhan murid.

“Pendidikan inklusif mengingatkan kita bahwa setiap murid memiliki potensi, karakteristik, dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, madrasah perlu terus membangun lingkungan belajar yang menerima keberagaman, memberikan kesempatan yang setara, serta memastikan setiap murid merasa dihargai dan didukung untuk berkembang,” jelasnya.

Partisipasi guru MTs Negeri 3 Bogor dalam kedua kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat belajar sepanjang hayat dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Penguatan kompetensi melalui Bimtek KBC diharapkan menghadirkan pembelajaran yang berkarakter, bermakna, dan berlandaskan nilai-nilai Panca Cinta. Sementara itu, wawasan pendidikan inklusif menjadi bekal untuk memperkuat layanan pendampingan serta menciptakan lingkungan madrasah yang ramah bagi seluruh murid.

Melalui pengembangan diri yang berkelanjutan, guru MTs Negeri 3 Bogor terus berupaya beradaptasi dengan perkembangan kebijakan pendidikan, memperkaya praktik pembelajaran, dan memperkuat budaya profesionalisme di lingkungan madrasah.

Terus bertumbuh, terus belajar, dan terus menginspirasi. MTs Negeri 3 Bogor berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan inklusif bagi seluruh murid. (SS)