moon
Beranda Berita Galeri Kontak PMBM

DLH Kabupaten Bogor Berikan Pembinaan Adiwiyata di MTs Negeri 3 Bogor, Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta

DLH Kabupaten Bogor Berikan Pembinaan Adiwiyata di MTs Negeri 3 Bogor, Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta

12Jun, 2026

DLH Kabupaten Bogor Berikan Pembinaan Adiwiyata di MTs Negeri 3 Bogor, Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta

  • Posted by Admin
  • |
  • Kategori: Kegiatan Sekolah

Bogor - Jumat, 12 Juni 2026. Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup di kalangan pelajar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan pembinaan pada hari ini yang diikuti oleh para anggota Adiwiyata serta tim pengembang kurikulum berbasis cinta di lingkungan madrasah.

Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas ini menghadirkan narasumber dari DLH, yaitu Indra Yunus Sobandi, S.E., yang memberikan materi terkait penerapan perilaku ramah lingkungan serta penguatan program Adiwiyata di sekolah. Acara dimulai pukul 08.30 WIB dan dipandu oleh Badrudin selaku Waka Humas.

Kepala madrasah, Miman Hilmansyah Misbah, S.E., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antara program Adiwiyata dengan kurikulum berbasis cinta. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus menanamkan nilai-nilai cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Sementara itu, pengawas madrasah, Dr. Maskanah, M.Pd., turut memberikan arahan agar seluruh warga sekolah dapat bekerja sama dalam menyukseskan program Adiwiyata. Ia juga menegaskan bahwa implementasi nilai-nilai tersebut sejalan dengan kurikulum merdeka yang menekankan pada penguatan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam sesi materi, narasumber menjelaskan pentingnya pengelolaan lingkungan sekolah, seperti perawatan embung, tanaman, serta tata kelola sampah yang baik. Selain itu, disampaikan pula bahwa program Adiwiyata yang telah berjalan perlu terus dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan aspek perilaku ramah lingkungan secara nyata di sekolah. Tidak hanya sebagai program, tetapi juga menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan dan berlandaskan nilai-nilai cinta dalam setiap aspek kehidupannya. (SS)