Bogor - Senin, 21 September 2026. MTs Negeri 3 Bogor kembali mengawali pekan dengan pelaksanaan Upacara Bendera Senin yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Tidak sekadar menjadi agenda rutin awal pekan, upacara kali ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai adab dalam kehidupan bersama, memberikan inspirasi melalui keteladanan Pramuka, sekaligus memberikan apresiasi kepada murid-murid yang telah mengharumkan nama madrasah melalui berbagai kompetisi.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala MTs Negeri 3 Bogor, Miman Hilmansyah Misbah, S.E., M.Pd., menyampaikan amanat tentang pentingnya menjaga adab, hidup rukun bersama teman, serta membangun sikap saling menghormati atau respect terhadap orang lain. Menurutnya, keberhasilan dalam pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari bagaimana seseorang mampu bersikap dan memperlakukan orang lain dengan baik.
“Jadilah murid yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga baik dalam adab. Rukunlah dengan teman, saling menghargai, dan belajar untuk memiliki rasa hormat kepada orang lain. Karena ilmu akan semakin bermakna ketika dibarengi dengan adab dan sikap yang baik,” pesan Miman Hilmansyah Misbah dalam amanatnya.
Suasana semakin istimewa ketika rangkaian upacara diisi dengan pelantikan kecakapan Pramuka Garuda di bawah bimbingan Kak Sri Wahyuningsih, S.Pd. Pencapaian tersebut menjadi buah dari proses panjang yang tidak mudah. Di balik pencapaian Pramuka Garuda terdapat perjuangan, kedisiplinan, latihan, pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan biaya. Proses tersebut menjadi bukti bahwa sebuah prestasi tidak hadir secara instan, melainkan lahir dari ketekunan dan kesediaan untuk terus berproses.
Sri Wahyuningsih, S.Pd., selaku pembimbing Pramuka, menyampaikan bahwa pencapaian Pramuka Garuda hendaknya tidak berhenti sebagai sebuah kebanggaan, tetapi menjadi inspirasi bagi murid lainnya untuk berani menetapkan target dan berjuang mencapai prestasi. “Menjadi Pramuka Garuda bukanlah perjuangan yang singkat. Ada waktu, tenaga, latihan, kedisiplinan, pengorbanan, dan proses panjang yang harus dilalui. Semoga perjuangan ini menjadi inspirasi bagi murid-murid lainnya bahwa setiap prestasi selalu memiliki cerita perjuangan di belakangnya. Jangan takut bermimpi dan jangan mudah menyerah dalam berproses,” ungkapnya.
Momentum upacara juga menjadi panggung apresiasi bagi murid-murid MTs Negeri 3 Bogor yang telah menunjukkan semangat berkompetisi dan berhasil meraih prestasi di berbagai bidang. Petrawati, M.M., selaku Pembina Prestasi, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada seluruh murid yang telah berjuang membawa nama baik madrasah. “Setiap prestasi yang diraih adalah hasil dari keberanian untuk mencoba, ketekunan dalam berlatih, serta kemauan untuk terus belajar. Kami mengapresiasi bukan hanya medali dan juara yang diperoleh, tetapi juga proses perjuangan yang telah dilalui setiap murid. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan menginspirasi murid lainnya,” tuturnya.
Alhamdulillah, apresiasi prestasi kali ini diberikan kepada Kesya Ameera Putri Hidayah, kelas 7.1, peraih Medali Perunggu Bahasa Indonesia dan Medali Perunggu PKN tingkat nasional dalam Olimpiade Sains Pelajar Indonesia; Ghady Sagara Alghazali, kelas 7.1, Juara Speed Class Under 13 Putra dalam Kejuaraan Panjat Tebing Kelompok Umur Kabupaten Bogor; Alesha Bilqis Fahmida, kelas 7.1, peraih Medali Emas Matematika dan Medali IPA dalam Kompetisi Sains Siswa Nasional (KS2N); Muhammad Fakhri Adimof Tsaqib, kelas 7.3, peraih Gold Medal Matematika, IPA, dan IPS dalam Olimpiade Akademik National Student Championship.
Qyara Fatiha Nibras, kelas 7.9, Juara 2 Bahasa Inggris dalam Babak Penyisihan Kompetisi Matematika, Sains, dan Inggris (KMSI); Rangga Dewantoro Aji, kelas 8.5, peraih Medali Perunggu Bahasa Inggris pada Babak Penyisihan Lomba Next Champion Indonesia; Raafi Ahmad Putra, kelas 8.5, Juara 3 Kyorugi Prestasi Cadet PA U 49 dalam Kejuaraan Taekwondo West Java Island di Gymnasium UPI Bandung; Salma Maimanatul Ahwal, kelas 8.10, peraih Medali Perak IPS dalam Kompetisi Nasional Pelajar Indonesia.
Muhammad Kaffie Yudhistira, kelas 9.5, peraih Medali Emas Matematika tingkat nasional dalam Olimpiade Sains Siswa Indonesia; Muhamad Ramadani, kelas 9.10, peraih Medali Perunggu Matematika dalam Lomba Next Champion Indonesia sekaligus peraih Silver Award Sains Level 4 pada Babak Penyisihan Chaanakya Ekadanta Olympiad tingkat Kabupaten; serta Dinda Fatihah Rahma, kelas 9.1, peraih Juara 3 Nusantara Award Lomba Tari Tradisional Kreasi Nusantara tingkat nasional.
Deretan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa potensi murid MTs Negeri 3 Bogor terus tumbuh dalam beragam bidang, mulai dari akademik, olahraga, hingga seni. Lebih dari sekadar deretan penghargaan, setiap capaian menyimpan cerita tentang keberanian untuk mencoba, disiplin dalam berlatih, ketekunan menghadapi tantangan, serta dukungan dari para pembimbing, guru, orang tua, dan lingkungan madrasah.
Upacara Bendera Senin ini pun menjadi pengingat bahwa pendidikan di MTs Negeri 3 Bogor tidak hanya tentang mengejar prestasi, tetapi juga tentang membangun manusia yang beradab, mampu hidup rukun, menghargai sesama, dan memiliki semangat untuk terus bertumbuh. Adab menjadi fondasi, proses menjadi perjalanan, dan prestasi menjadi buah dari perjuangan. (SS)